13 January 2008

Bunga untuk Gubernur

Rumah pribadi Gubernur Fauzi Bowo di Jl Teuku Umar No. 60, Jakarta Pusat, Minggu (13/1), kebanjiran karangan bunga dari pedadagang asal Jl. Barito, Jaksel. Pemberian sekitar 50 karangan bunga ini, sebagai bentuk penolakan pedagang untuk dipindah ke Pasar Inpres Radio Dalam.

Alasan pedagang karena kios di Pasar Inpres Radio Dalam terlalu sempit. Ukuran kios 2M X 2M. Melalui aksi damai ini, pedagang berharap gubernur tergugah hatinya dan mengkaji ulang rencana pemindahan.

“Dengan mengirim karangan bunga ke sini, semoga hati Bang Foke tergugah dengan nasib yang bakal kami alami,” tegas Ketua Koperasi Pedagang Barito (Kobar). “Kami ingin bertemu dengan Pak Gubernur.”

Pedagang Barito mendatangi kediaman gubernur bersama dengan 50 kurir mengendarai motor masing-masing membawa satu karangan bunga. Hanya saja keinginan pedagang bisa bertemu dan berdialog dengan Fauzi tak kesampaian, karena orang nomor satu di lingkungan Pemda DKI tidak ada di rumah.

Rombongan pedagang hanya diterima Hamid, petugas keamanan. Mereka meletakkan puluhan karangan bunga di teras rumah Foke, panggilan akrab Fauzi Bowo. Setiap karangan bunga berisi kartu ucapan antara lain meminta gubernur membatalkan rencana pemindahan pedagang .

TIDAK STRATEGIS
Menurut Tedy, lokasi di tempat baru sangat tidak strategis. Karena itu, pihak pedagang khawatir bakal sepi pembeli. “Kalau dipindah kami bisa bangkrut,” ucapnya seraya membeberkan putaran uang di Pasar Barito per harinya ratusan juta rupiah.

Sesuai dengan pantauan di lapangan, tempat penampungan di Pasar Inpres Radio Dalam, hingga Minggu (13/1) belum selesai disiapkan pemda. Padahal, Kamis (17/1) seluruh pedagang diboyong ke tempat baru tersebut.

Hari ini, Senin (14/1) Sudin Tramtib dan Linmas Jakarta Selatan bakal melayangkan surat peringatan (SP) II agar pedagang membongkar sendiri kiosnya sebelum dibongkar paksa.

Walikota Jakarta Selatan Syahrul Effendi terkejut ketika mengetahui tempat penampungan belum juga rampung. Ia kontan meminta Dinas Pertamanan DKI untuk mempercepat kerja pemborong agar pemindahan bisa dilaksanakan tepat waktu. (POSKOTA - rachmi/mia/t)

0 comments: