Situ Aneka Elok
Kondisi Situ Aneka Elok saat ini sudah sangat memprihatinkan. Betapa tidak, hampir setahun ini, situ tersebut sudah tidak berfungsi secara normal. Selain terjadi sedimentasi, situ tersebut juga nyaris berubah menjadi daratan yang banyak ditumbuhi ilalang setinggi satu meter.
Tak hanya itu, situ yang berada persis di samping kiri kompleks Rumah Dinas Karyawan Pemkot Jakarta Timur itu juga telah dipenuhi sampah yang dibuang oleh warga setempat. Bahkan taman yang ada di sekelilingnya pun sudah tidak terawat lagi. Hampir semua bangku yang ada di sana rusak dan tertutup ilalang.
Setiap harinya, situ itu hanya dimanfaatkan oleh warga setempat untuk memancing ikan. Air yang ada di situ tersebut pun hanya berada di pinggirannya saja, sedangkan bagian tengahnya telah berubah jadi daratan. Kondisi seperti ini sudah terjadi sejak setahun lalu. Ironinya hingga kini belum ada tindakan nyata dari instansi terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum (DPU) DKI Jakarta.
Akibatnya, warga RW 09 dan RW 15, Kelurahan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, yang tinggal di dekat situ tersebut kini mengaku resah. Warga khawatir jika hal itu tidak segera diatasi, maka banjir akan terus melanda warga sekitar. Apalagi, daerah tersebut dikenal dengan daerah rawan banjir. Setiap musim hujan, kawasan tersebut selalu dilanda banjir. Bahkan genangan bisa mencapai 1 hingga 1,5 meter.
Rodin, salah seorang warga RW 15 mengatakan, jika situ tersebut berfungsi normal, maka warga akan terasa sangat terbantu. Karena air hujan dapat tertampung di situ tersebut. “Situ ini juga bakal menjadi resapan air, sehingga banjir tidak lagi mengancam warga RW 09 dan RW 15 Penggilingan,” ujarnya, Selasa (22/1).
Menurutnya, jika hanya untuk membersihkan sampah yang ada di sekitar situ tersebut, warga akan menyanggupi untuk mengerjakannya. Namun kalau sampai harus mengeruk lumpur dan menggali sedimentasi di situ, warga tak mampu melakukannya.
Bahkan sebenarnya sejak jauh hari sebelumnya, warga atas kesadarannya sendiri mau membersihkan situ tersebut. Namun karena minimnya alat yang dimiliki warga setempat pengerjaannya jadi tidak maksimal. “Selain lumpurnya terlalu dalam, di situ ini juga sudah banyak ularnya. Jadi warga takut untuk membersihkannya. Makanya kami berharap instansi terkait segera menanganinya agar situ ini normal kembali,” lanjut Rodin.
Sementara, Kasudin PU Tata Air Kotdya Jakarta Timur, Agus Karsono Dawoed, ketika dikonfirmasi via ponselnya mengatakan, situ tersebut sebenarnya menjadi tanggung jawab dari Dinas PU. Namun begitu, pada tahun 2007 lalu,, pihaknya mengaku telah mengusulkan agar ada program normalisasi situ tersebut. “Jadi kewenangan untuk normalisasi situ itu ada di Dinas PU DKI,” ujarnya.
Selanjutnya ia berharap, proyek normalisasi terhadap situ yang memiliki luas kurang lebih 2,5 hektar itu dapat dilaksanakan pada tahun anggaran 2008 ini. Normalisasi situ tersebut diperkirakan menelan dana sebesar Rp 500 juta.
Sayangnya sejauh ini ia mengaku belum mengetahui apakah situ tersebut telah diserahkan ke Pemprov DKI atau belum. Ini karena situ tersebut berada di tengah kompleks Perumahan Aneka Elok. “Kalau lokasinya berada di perumahan tentu pihak developer harus menyerahkan ke Pemprov DKI sehingga perawatannya dilakukan pemprov. Sejauh ini saya belum tahu, apakah sudah diserahkan ke pemprov atau belum,” imbuhnya. [beritajakarta.com]













1 comments:
Setahun ga update kemana aja nih?
Baru ketemu hari ini sih, masih bisa ngubek-ngubek ke arsip lama he..he..he...tapi sayang banget nggak diterusin.
Post a Comment