Taman Ayodia tetap terhalang?
Rencana penggusuran kios bunga dan ikan di kawasan Barito, Jakarta Selatan dijawab pedagang dengan aksi demo. Kemarin, bersama pedagang Tanah Abang, mereka kompak menggelar aksi di depan DPRD DKI Jakarta dan balaikota. Mereka tetap menolak rencana relokasi yang ditawarkan Pemprov DKI Jakarta.
Para pedagang Barito tak sendirian. Padagang Tanah Abang dan Blok M juga ikut dalam aksi demo tersebut. Agaknya, persamaan nasib terancam bakal digusur membuat mereka bersatu menggelar aksi.
Cahya Suparno, Sekjen Federasi Organisasi Pedagang Pasar Indonesia (Foppi) menjelaskan, aksi diikuti sebanyak 400 pedagang. Sebagian peserta aksi adalah pedagang Blok M dan Pasar Tanah Abang. Sisanya, berasal dari luar daerah, termasuk korban Pasar Turi Surabaya. Mereka menyerukan agar dewan menghapus anggaran-anggaran penggusuran pedagang. "Yang namanya penggusuran untuk penertiban itu ada proses dan aturanya," kata Cahya yang juga menjadi humas pedagang Pasar Barito.
Cahaya Suparno, Koordinator Humas Pasar Barito dan Sekjen Federasi Organisasi Pasar Indonesia mengatakan para pedagang Pasar Barito tetap menolak rencana Pemprov DKI Jakarta merelokasi pedagang ke kawasan Radio Dalam. "Selain ukuran lokasi baru yang dijanjikan sempit, para pedagang merasa konsumen sudah mengenal kawasan Barito adalah tempat untuk membeli tanaman dan ikan hias,"bebernya.
Dijelaskan Cahya, rencana Pemprov DKI Jakarta memindahkan kios bunga dan ikan di Barito sudah diawali dengan surat teguran meninggalkan tempat berjualan mereka sebelum dibongkar paksa.
"Untuk itu kami datang kemari untuk meminta wakil kami di DPRD bisa menekan Pemprov agar membatalkan rencana tersebut,"tegasnya.
Sayangnya, tidak ada satupun anggota dewan yang menemui mereka. "Jangan harap di Pemilu nanti kami memilih kalian lagi. Kami akan golput,"kecam para pendemo sebelum meninggalkan gedung dewan menuju Balaikota.
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Aliman Aat menampik tudingan tak mau menemui para pendemo. Dia menyatakan, Komisi B yang juga membidangi masalah perdagangan sudah melayangkan surat kepada Dinas Pertamanan untuk tidak melakukan penggusuran terhadap para pedagang Pasar Barito.
"Sikap kami jelas, tidak setuju para pedagang di sana dipindah. Karena para pedagang di Barito itu menempati tempat jualannya sudah lama, sampai masyarakat Jakarta sudah tahu kalau ingin memberi tanaman dan ikan hias cukup belanja di Barito. Ibaratnya seperti pasar bunga Rawabelong,"imbuhnya. (INDOPOS - pes/vit)














1 comments:
fotonya bisa dari atas nih...hebat deh arsipnya...
Senang juga lihat pelangi di Monas..semoga ada harapan untuk Jakarta menjadi lebih baik lagi...
Post a Comment